hosting menu left
hosting menu right

interior design logo
.: Selamat Datang di Situs Resmi Korem 031/Wira Bima :.
TUGAS POKOK PDF Cetak E-mail
Selasa, 02 Februari 2010 01:38

Korem 031/WB sebagai bagian dari Kodam I/BB, bertugas pokok menyelenggarakan pembinaan kemampuan,kekuatan dan gelar kekuatan, menyelenggarakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan wilayah Provinsi Riau  dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam I/BB.

Tugas- Tugas Korem 031/WB

a.    Melaksanakan tugas sebagai fungsi utama.

  1. Pertempuran.    Menyelenggarakan segala usaha pekerjaan dan kegiatan yang berkenaan dengan penyelenggaraan pertempuran darat diwilayah Provinsi Riau, baik dengan kemampuan sendiri maupun di perkuat dalam rangka mengamankan kepentingan nasional diwilayahnya.
  2. Pembinaan Kekuatan Kesatuan antara lain :
    • Penyiapan Kekuatan. 
      • Menyelenggarakan penyiapan kekuatan Angkatan Darat yang mempunyai kemampuan intel, tempur, Binter dan kesiapan operasi pertahanan Negara di darat.
    • Pengembangan kekuatan.   
      • Mengembangkan kekuatan dan kemampuan kesatuan Angkatan Darat yang profesional dalam rangka penyelenggaraan pertahanan Negara di darat.
  3. Pembinaan Teritorial. Menyelenggarakan segala usaha, perencanaan dan pengembangan, serta pengerahan dan pengendalian potensi geografi, demografi dan kondisi sosial dengan segenap aspeknya menjadi kekuatan meliputi ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh guna kepentingan pertahanan negara di darat.

b.    Melaksanakan tugas sebagai Fungsi Organik Militer.

Meliputi segala usaha pekerjaaan dan kegiatan di bidang kegiatan intelijen, operasi, personel, logistik, teritorial, perencanaan serta pengawasan dan pemeriksaan dalam rangka mendukung tugas pokok Korem.

 

c.    Melaksanakan tugas sebagai Fungsi Organik Pembinaan.

Meliputi segala usaha pekerjaaan dan kegiatan di bidang latihan dalam rangka mendukung tugas pokok Korem.

 
PDF Cetak E-mail
Selasa, 02 Februari 2010 01:09

 

a.    Keterangan umum :

  1. Nama : Wirabima.
  2. Bentuk : Persegi panjang berukuran 60 X 90 Cm.
  3. Tata warna : Merah, putih, kuning, hitam dan hijau.
  4. Tulisan : Wirabima.
  5. Lukisan : Gajah, api dan air, setangkai padi,  daun dan kapas, seutas pita yang bertuliskan dan sebuah bintang dipuncaknya.
  6. Bahan-bahan :    Kain beludru, kain Sutera dan benang sewarna.

b.    Arti dan Maksud :


1)    Dhuaja Korem 031 bernama Wirabima yang berarti Kesatria Perwira Laksana Bima, berlambangkan gajah hitam, 7 nyala api dan air yang beriak 17 diatas 4 buah gelombang mengandung arti sebagai berikut :

  1. Dhuaja ini menjelaskan ciri khas daerah Korem 031/Wirabima yang memiliki binatang gajah, sumber-sumber minyak bumi dan sungai besar yang mengalir.
  2. Korem 031/Wirabima lahir pada tanggal 17 April 1959 sesuai dengan Suyasangkala “Muka Tata Gatra Tunggal” yang berarti satu persatu sebagai berikut :
    1. Muka : Wajah : 9
    2. Tata : Teratur, Rapih atau tertib : 5
    3. Gatra : Wujud  : 9
    4. Tunggal : Satu : 1
      1. Bahwa Suryasangkala tersebut yang menunjukkan tahun kelahiran Kesatuan ini yaitu tahun 1959 merupakan juga sebuah saloka yang mengandung arti “Bahwa keribadian prajurit yang selalu dapat menunjukkan atau memiliki keselarasan gerak hati dengan tingkah laku dalam kebaktiannya, maka  prajurit itulah yang telah mampu menjatuhkan (menunggalkan) antara iman dan amalannya”.
      2. Bahwa tiap-tiap warga Korem 031/Wirabima diharapkan menjadi pelaksana Sapta Marga yang sempurna, yaitu sebagai manusia utama, sebagai prajurit sejati, dan sebagai Kesatria Perwira laksana Bima yang berpendirian  teguh, kuat dan mantap, serta setia kepada Republik indonesia.
  3. Gajah. Lambang ini menjelaskan ciri khas daerah Korem 031/Wirabima, mengingat kekayaan alamnya yang antara lain memiliki gajah sebagai binatang kebanggaan. Gajah mempuyai sifat kesentausaan dan watak yang selalu bersatu serta membela terhadap kawannya, dari sifat dan watak ini diharapkan prajurit Korem 031/Wirabima yang memiliki keteguhan lahir dan bathin, akrab dan setia kawan dengan masyarakat di sekitarnya. Sifat dan watak yang manunggal  hal ini melambangkan keahlian ilmu serta bijaksana yang penuh dengan wibawa.
  4. Api. Api atau dengan kata lain perkataan Agni atau Dahana melambangkan sifat keadilan dalam hukum/norma kehidupan prajurit yang cukup memiliki ketegasan serta tiada memihak sebelah dalam tindak lakunya bagaikan watak Agni yang memberantas dan menghancur lumatkan segala benda yang tiada pilih.
  5. Air. Watak Air adalah mencari kemerataan, mengalir dari tempat yang tinggi ketempat yang rendah. Watak air tidak menolak wujud benda apapun yang dihayutkan baik kasar maupun halus, akan tetapi sesampainya dilaut sampah-sampah itu diendapkan dan dilempar kedaratan kecuali sari pati bumi yang melarut dengan kesenyawaanya. Watak alam tersebut wajib menghayati pribadi prajurit yang melambangkan “Kebesaran rasa sesama hidup yang bersendikan pada keadilan sosial, menerima segala tinggi atau rendahnya setiap persoalan yang dihadapi dan menyangkut hal kehidupan masyarakat di sekitarnya  namun wajib menilai dan memisahkan antara mana yang benar dan mana yang salah”.

2)    Tata warna merah, putih, kuning, hitam dan hijau berturut turut melambangkan :

  1. Merah : Keberanian yang gagah perkasa.
  2. Putih : Kesucian yang bersih tanpa pamrih.
  3. Kuning : Keluhuran yang bijaksana lagi cendekia.
  4. Hitam : Mantap, teguh dan kekal.
  5. Hijau : Harapan, doa dan kepercayaan.

3)    Bintang emas bersudut lima.    Dimaksud bahwa prajurit yang bernaung dibawah lambang ini, mendapatkan sinar kehidupan yang memancar dari idiologi negara Pancasila.

4)    Padi kuning 45 butir, kapas putih 8 buah dan daun hijau 17 helai.    Adalah sungging sangkala yang bermaksud agar pemilik lambang  ini tetap memiliki semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.

5)    Mahkota dan Tiang.

 

  1. Burung garuda akan terbang. Melambangkan bahwa TNI AD sanggup terbang tinggi menuju cita-cita.
  2. Hiasan runcing 8 buah.    Melambangkan bahwa TNI AD dalam berperilaku berpedoman pada Delapan Wajib TNI.
  3. Jambul/jengger lima jeruk.    Melambangkan sebagai hari lahirnya Tentara Nasional Indonesia tanggal 5 Oktober.
  4. Bulu sayap bagian dalam 10 helai dan bulu sayap bagian luar 17 helai.    Melambangkan bulan yang bersejarah bagi TNI dan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  5. Bulu ekor 7 helai.    Melambangkan bahwa setiap prajurit TNI AD selalu memegang teguh Sapta Marga.

 

MARS WIRABIMA

 

 

Arti dan makna lagu Mars Wirabima.
Bahwa setiap anggota Korem 031/Wirabima hendaknya memiliki watak :

  1. Berani tetapi jujur dan rela.
  2. Suci mantap tanpa pamrih.
  3. Pimpinannya berbudi luhur, cendekia tahu menempatkan kaidah hukum, bijaksana dalam menimbang dan tegas dalam bertindak.
  4. Bawahanya hormat taat dan dapat dipercaya.
  5. Kesemuanya bersatu dalam kewaspadaan, meluhurkan lambang kesatuan serta bersemboyan “Jadilah  manusia utama prajurit sejati sebagai alat negara”.

 

 
PERKEMBANGAN KOREM 031/WIRA BIMA PDF Cetak E-mail
Selasa, 02 Februari 2010 00:47

1. Unsur pimpinan

Perkembangan Organisasi KOREM 031/WIRA BIMA tidak terlepas dari peran para Komandan yang pernah memimpin di KOREM 031/WIRA BIMA, dari awal terbentuknya hingga saat ini. Berikut adalah foto para Komandan Resor Militer 031/WIRA BIMA dari masa ke masa.



2. Organisasi/Kesatuan


a.    Organisasi Korem 031/Wirabima pada mulanya membawahi 3 Kodim yaitu

  1. Kodim 0301 dengan wilayahnya Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar yang berkedudukan di Pekanbaru.
  2. Kodim 0302 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir yang berkedudukan di Rengat.
  3. Kodim 0303 dengan wilayahnya Kota Bengkalis yang berkedudukan di Dumai.

b.    Sesuai  dengan perkembangan daerah Propinsi Riau dan berdasarkan Surat Perintah Panglima Daerah Militer III/17 Agustus Nomor : Prin/52/VI/1970 tanggal 1 Juni 1970 tentang pembentukan Kodim 0313 dan Kodim 0314 maka pada saat ini Korem 031/Wirabima membawahi 5 Kodim yaitu :

  1. Kodim 0301 dengan wilayahnya Kota Pekanbaru dan Rumbai berkedudukan di Pekanbaru.
  2. Kodim 0302 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hulu yang berkedudukan di Rengat.
  3. Kodim 0303 dengan wilayahnya Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis berkedudukan di Dumai.
  4. Kodim 0313 dengan wilayahnya Kabupaten Kampar berkedudukan di Bangkinang.
  5. Kodim 0314 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hilir berkedudukan di Tembilahan.

c.    Dengan adanya reorganisasi  di tubuh ABRI maka pada tanggal 14 Januari 1985 berdasarkan Surat Keputusan Panglima Komando daerah Militer III/17 Agustus Nomor : Skep/07/I/1985  maka Yonif 132/Bima Sakti dialihkan statusnya dari organik administratif Kodam III/17 Agustus menjadi Organik administrasi Korem 031/Wirabima.

d.    Pada tahun 1985 dibentuklah Kodim 0315 dengan wilayahnya Kabupaten Tanjung Pinang, Natuna, Dabok Singkep  yang berkedudukan di Tanjung Pinang.

e.    Pada tahun 1990 dibentuklah Kodim 0316 dengan wilayahnya Kota Batam, Kabupaten Tanjung Balai Karimun  yang berkedudukan di Batam.

f.    Pada tahun 2004 dengan pertimbangan Organisasi TNI AD serta guna menjaga keutuhan Wilayah ,keselamatan Bangsa dan Negara dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/1/I/2004 tanggal  2 Januari 2004 tentang pembentukan Yonif 134/TS yang berkedudukan di Batam.

g.    Sesuai dengan perkembangan daerah propinsi Riau Kepulauan dan berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Kep/36/VIII/2005 tanggal 22 Agustus 2005 tentang pembentukan Kodim 0317/Tanjung Balai Karimun dengan wilayahnya Kabupaten Tanjung Balai Karimun yang berkedudukan di Tanjung Balai Karimun

h.    Sesuai dengan perkembangan propinsi Riau daerah Kepulauan dan berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Kep/59/X/2005 tanggal 24 Oktober 2005 tentang pembentukan Kodim 0318/Natuna dengan wilayahnya Kabupaten Natuna yang berkedudukan di Natuna.

j.    Dihadapkan dengan penugasan yang di hadapai organisasi Korem 031/Wirabima telah mengalami perkembangan dan perubahan dengan pergantian pimpinan mulai tahun 1959 s.d. tahun 2006 wilayah Korem 031/Wirabima meliputi Daratan dan Kepulauan terdiri atas 7 Kodim dan 2 Batalyon Infanteri sebagai berikut :

  1. Kodim 0301 dengan wilayahnya Kota Pekanbaru yang berkedudukan di Pekanbaru.
  2. Kodim 0302 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hulu, Kuansing yang berkedudukan di Rengat.
  3. Kodim 0303 dengan wilayahnya Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Siak, Rohil yang berkedudukan di Dumai.
  4. Kodim 0313 dengan wilayahnya Kabupaten Kampar, Rohul, Pelalawan yang berkedudukan di Bangkinang.
  5. Kodim 0314 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hilir yang berkedudukan di Tembilahan.
  6. Kodim 0315 dengan wilayahnya Kabupaten Tanjung Pinang, yang berkedudukan di Tanjung Pinang.
  7. Kodim 0316 dengan wilayahnya Kota Batam yang berkedudukan di Batam.
  8. Kodim 0317 dengan wilayahnya Kabupaten Tanjung Balai Karimun yang berkedudukan di Tanjung Balai Karimun
  9. Kodim 0318 dengan wilayahnya Kabupaten Natuna yang berkedudukan di Natuna.
  10. Batalyon Infanteri 132/BS yang berkedudukan di Salo – Bangkinang.
  11. Batalyon Infanteri 134/TS yang berkedudukan di Kota Batam.

k.    Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efesiensi Komando dan pengendalian di lapangan dikaitkan dengan perkembangan wilayah yang terjadi, Kodam I/BB telah mengalih Kodalkan Satuan jajaran Kodam I/BB sesuai Skep /67/XII/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang pembentukan Korem 033/Wira Pratama yang berkedudukan di Tanjung Pinang. Pada tanggal 19 September 2006 telah diresmikan oleh Pangdam I/BB  Mayor Jenderal TNI Liliek AS Sumaryo sekaligus melantik Kolonel Inf Ridwan sebagai Danrem 033/Wira Pratama. Adapun Korem 033/Wira Pratama membawahi satuan sebagai berikut :

  1. Kodim 0315 dengan wilayahnya Kabupaten Tanjung Pinang, yang berkedudukan di Tanjung Pinang.
  2. Kodim 0316 dengan wilayahnya Kota Batam yang berkedudukan di Batam.
  3. Kodim 0317 dengan wilayahnya Kabupaten Tanjung Balai Karimun yang berkedudukan di Tanjung Balai Karimun
  4. Kodim 0318 dengan wilayahnya Kabupaten Natuna yang berkedudukan di Natuna.
  5. Batalyon Infanteri 134/TS yang berkedudukan di Batam.

l.    Dengan demikian mulai tanggal 19 September 2006 Korem 031/Wirabima resmi membawahi 5 Makodim dan 1 Batalyon Infanteri sebagai berikut :

  1. Kodim 0301 dengan wilayahnya Kota Pekanbaru yang berkedudukan di Pekanbaru.
  2. Kodim 0302 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi yang berkedudukan di Rengat.
  3. Kodim 0303 dengan wilayahnya Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak Sri Indrapura dan Kabupaten Rokan Hilir yang berkedudukan di Dumai.
  4. Kodim 0313 dengan wilayahnya Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Pelelawan yang berkedudukan di Bangkinang.
  5. Kodim 0314 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hilir yang berkedudukan di Tembilahan.
  6. Batalyon Infanteri 132/BS yang berkedudukan di Salo – Bangkinang.

 

3. PENGABDIAN

Karya Juang.
A. Tugas Operasi Militer Untuk Perang

Korem 031/Wirabima memiliki satu Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti sebagai satu-satunya Batalyon yang selalu siap melaksanakan tugas Operasi tempur guna Mendukung tugas korem 031/Wirabima dalam mempertahankan keutuhan NKRI dengan penugasan operasi sebagai berikut :

  1. Tahun 1958 s.d. tahun 1960  operasi pemulihan di daerah Agam Pasaman, Tanah Datar dan Padang Panjang.
  2. Tahun 1964 s.d. tahun 1965 sebagai cadangan umum BP Kodam III/17 Agustus dalam rangka tugas Dwi Kora di daerah Korem 031/Wirabima
  3. Pada Waktu meletusnya G 30 S/PKI  Yonif 132/BS ikut aktif menumpas di daerah Agam, Pasaman, Padang, Pariaman,  Soloh dan Pesisir Selatan.
  4. Tahun 1978 s.d. 1979 Operasi Seroja di daerah Timor-Timur.
  5. Tahun 1980 s.d. 1981 Operasi Halilintar di daerah Kepulauan Riau.
  6. Tahun 1990 s.d. 1991 Operasi Seroja di daerah Timor-Timur.
  7. Tahun 1991 s.d. 1992 Operasi Jaring II di daerah Aceh.
  8. Tahun 1992 s.d. 1993 2 SSK melaksanakan Operasi jaring III di daerah Aceh.
  9. Tahun 1993 s.d. 1994 2 SSK melaksanakan Operasi jaring IV di daerah Aceh.
  10. Tahun 1993 s.d. 1994 1 SSK BKO ke Yonif 131/BRS untuk melaksanakan Operasi Seroja di daerah Timor-Timur.
  11. Tahun 1994 s.d. 1995 1 SSK melaksanakan Operasi jaring V di daerah Aceh.
  12. Tahun 1995 s.d. 1996 1 SSK melaksanakan Operasi jaring VI di daerah Aceh.
  13. Tahun 1996 s.d. 1997 1 SSK melaksanakan Operasi jaring VII di daerah Aceh.
  14. Tahun 1997 s.d. 1998 1 SSK melaksanakan Operasi jaring VIII di daerah Aceh.
  15. Tahun 1998 1 SSK melaksanakan Operasi jaring IX di daerah Aceh.
  16. Pada tahun 1999, 2 Peleton tim Rajawali melaksanakan Operasi di Aceh.
  17. Pada Tahun 1999 s.d. 2000 3 SSK melaksanakan Operasi di daerah Aceh.
  18. Pada bulan Agustus 2002 s.d. 2003 melaksanakan Operasi Pamtas Papua.
  19. Pada bulan September 2004 s.d. September 2005 melaksanakan Operasi Imbangan Aceh-Sumut.
  20. Pada bulan Nopember 2004 s.d. Oktober 2005 1 SSK BP Yonif 131/BRS melaksanakan Obvitnas di Lok Seumawe (Aceh Utara).

B.    Tugas Operasi Militer Selain Perang.

1)    Operasi Teritorial/Kemanusiaan

  1. Tahun 1982 Operasi Pam tak langsung Pemilu 1982 di wilayah satuan jajaran Korem 031/Wirabima dan Kodim 0312/Padang.
  2. Tahun 1985 s.d. 1986 Operasi Darat Natuna di derah kepulauan Riau.
  3. Tahun 1987 Operasi Pam tak langsung Pemilu 1987 di  wilayah satuan jajaran Korem 031/Wirabima.
  4. Tahun 1992 Operasi Pam tak langsung Pemilu 1992 di  wilayah satuan jajaran Korem 031/Wirabima.
  5. Tahun 1994 s.d. 2002 1 SSK Yonif 132/BS BKO ke Kodim 0316/Batam untuk melaksanakan  Operasi Teritorial.
  6. Pada bulan Juni s.d. September 1996 melaksanakan Operasi kemanusiaan pemulihan pengungsi Vietnam dan Kamboja di daerah pulau Galang kepulauan Riau.

2)    Operasi Bhakti TNI.


a)    Tugas TNI pada Operasi Militer selain Perang (OMSP) diantaranya adalah memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta dan membantu pemerintah di daerah yang dilaksanakan antara lain dengan Operasi Bhakti TNI. Program Operasi Bhakti TNI ditujukan untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI – Rakyat dalam rangka menciptakan suasana kondusip bagi terwujudnya stabilitas dalam Negeri dengan kegiatan pokok  antara lain :

  1. Berpartisipasi dalam kegiatan membangun dan memperbaiki fasilitas umum seperti jembatan fasilitas pendidikan , sarana ibadah, prasarana kesehatan, pasar, rumah dan lain sebagainya.
  2. Membantu program pemerintah di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial lainnya.
  3. Melaksanakan kegiatan non fisik yang meliputi penyuluhan kesehatan, penyuluhan Hukum , penyuluhan HAM dan penyuluhan upaya bela Negara.

b)    TNI manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai salah satu wujud Operasi Bhakti TNI adalah merupakan program lintas sektoral antara TNI , Departemen/Lembaga pemerintah non departeman dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya dengan mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa.

c)    Operasi Bhakti TNI yang dilaksanakan sebagai berikut :

  1. TMMD ke  71 Tahun tahun 2003 dilaksanakan di Kodim 0313/Kpr.
  2. TMMD ke  74 Tahun tahun 2005 dilaksanakan di Kodim 0314/Inhil.
  3. TMMD ke  75 Tahun tahun 2005 dilaksanakan di Kodim 0302/Inhu.
  4. TMMD ke  76 Tahun tahun 2006 dilaksanakan di Kodim 03114/Inhil.
  5. TMMD ke  77 Tahun tahun 2006 dilaksanakan di Kodim 0301/Pbr dan Kodim 0313/Kpr
 
SEJARAH KOREM 031/WIRABIMA PDF Cetak E-mail
Senin, 01 Februari 2010 22:48

 

 

Dinamika sejarah terletak pada kemampuan untuk memandang ketiga dimensi waktu sekaligus, masa lampau masa kini dan masa yang akan datang dalam suatu kesatuan. Penulisan peristiwa bersejarah diharapkan dapat membuat kita lebih bijaksana dalam menghadapi dan melaksanakan berbagai penugasan. Nilai-nilai sejarah sangat bermanfaat untuk menghidupkan sejarah agar tidak terlupakan begitu saja, bukan sekedar deretan suatu kejadian yang biasa dan tiada arti. Sejarah Korem 031/Wirabima harus merupakan ilmu pengetahuan untuk benar-benar dapat dirasakan manfaatnya baik bagi para pengemban tugas maupun untuk kepentingan tugas yang dihadapinya. Korem 031/Wirabima merupakan satuan teritorial di bawah Komando Kodam I/BB yang mempunyai satuan jajaran 5 Makodim dan 1 Batalyon Infanteri.


Latar belakang pembentukan

Sebagaimana kita ketahui kelahiran Komando Resor Militer 031/Wirabima (Korem 031/WB) ini ditandai dengan terjadinya suatu peristiwa bersejarah, yakni meletusnya suatu pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah Republik Indonesia yang syah di daerah Sumatera Tengah termasuk Riau dengan berpusat di Bukittinggi. Pemberontakan tersebut dilancarkan oleh segelintir oknum dan tokoh-tokoh serta golongan yang merasa tidak puas terhadap kebijakan Pemerintah pada waktu itu, dimana mereka telah memproklamirkan suatu organisasi pemerintahan tandingan pada tanggal 15 Pebruari 1958 yang mereka namakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia disingkat PRRI.

Sebagai backing kekuatan, mereka menggunakan sebahagian dari kesatuan-kesatuan KDMST, pasukan Pelajar/Mahasiswa, Sukarelawan serta masyarakat umum yang telah mereka racuni jiwanya dengan janji palsu yang muluk-muluk.

Pemberontakan tersebut di samping bisa merongrong keutuhan persatuan dan kesatuan Bangsa juga dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan demokrasi dalam Negara Pancasila yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. oleh karenanya, demi untuk mempertahankan tetap utuhnya persatuan dan kesatuan serta lebih terjaminnya kehidupan demokrasi di tengah-tengah masyarakat, maka Pemerintah berkesimpulan bahwa pemberontakan tersebut harus segera diakhiri dan dihancurkan dengan kekerasan.

 

Pembentukan/Pemrakarsa

Terbentuknya Korem 031/WB diawali dengan Operasi Militer yang dilaksanakan di Summatera Barat dan Riau Daratan atas prakarsa Komando Operasi 17 Agustus Kolonel Ahmad Yani serta dibantu oleh :

  1. Letnan Kolonel (Laut) John Lee
  2. Letnan Kolonel (Udara) Wiryadinata
  3. Letnan Kolonel Kaharuddin Nasution.
  4. Letnan Kolonel Sabirin Mochtar.
  5. Kolonel Suwito Haryono

Terbentuknya Korem 031/Wirabima

  1. Bertepatan waktu dengan diumumkannya PRRI pada tanggal 15 Pebruari 1958, di Staf Umum Angkatan Darat oleh Gabungan Kepala-Kepala Staf Angkatan dibentuklah suatu Komando Operasi Gabungan (Task Force) yang diberi nama “TEGAS” dengan Komandannya waktu itu Letkol Inf Kaharudin Nasution (sekarang Mayjen TNI) dari AD, dengan Wakil Komandan I Letkol (U) Wirijadinata dari AU dan Wakil Komandan II Mayor (L) Indra Soebagio dari AL. Komando ini merupakan komando pertempuran expedisionir yang langsung di bawah perintah Kasad dengan ditentukan sebagai kawasan operasi daerah Sumatera Tengah.
  2. Kesatuan-Kesatuan yang termasuk dalam susunan Komando Operasi Gabungan “TEGAS” adalah satuan-satuan dari AD, AU dan AL ditambah dengan Jawatan-Jawatan Dinas-Dinas teknis AD yang terdiri dari:
    1. 2 (dua) Kompi RPKAD (1 Ki para troops, 1 Ki Komando),
    2. 1 (satu) Kompi KKO dari Angkatan Laut,
    3. 1 (satu) Kompi PGT dari Angkatan Udara,
    4. 1 (satu) Esquadron Angkatan Udara,
    5. 1 (satu) Kapal Perang dari Angkatan Laut,
    6. 1 (satu) Baterai Altilleri Lapangan Ringan,
    7. 3 (tiga) Batalyon Infanteri yaitu:
      1. Satu Batalyon dari Ter-V (Bn-528),
      2. Satu Batalyon dari Ter-IV (Banteng Raiders),
      3. Satu Batalyon dari Ter-III (Bn-322),
    8. 1 (satu) Kompi Intendans,
    9. 1 (satu) Kompi Peralatan,
    10. 1 (satu) Kompi Kesehatan,
    11. 1 (satu) Kompi Zeni Pionir,
    12. 1 (satu) Kompi Perhubungan,
    13. 1 (satu) Kompi Polisi Militer,
    14. 1 (satu) Kompi Angkutan Bermotor,
    15. 1 (satu) Peleton Perawatan Udara dari DAAD
  3. Untuk pengangkutan seluruh pasukan AD, AU serta peralatan dan perbekalan, diperbantukan 12 (dua belas) kapal angkut dan pemindahan pasukan dalam operasi dipergunakan 38 (tiga puluh delapan) kapal udara yang terdiri dari: 24 (dua puluh empat) buah pesawat Dakota, 4 (empat) buah pesawat B-25, 10 (sepuluh) buah pesawat Mustang. Adapun untuk kebutuhan persediaan logistik disediakan untuk masa waktu 3 (tiga) bulan.
  4. Batalyon 322 dari Ter-III dan Baterai Altilleri Lapangan Ringan dari Jakarta merupakan pasukan cadangan dari Komando Operasi Gabungan “TEGAS”, dan pemberangkatannya ke daerah operasi ditentukan dengan perintah. Untuk melaksanakan operasi menuju sasaran pokok, pasukan dibagi dan disusun dalam team-team taktis sebagai berikut:
    1. Komando X Ray (Airbone) di bawah pimpinan Letkol (U) Wirijadinata,
    2. Komando Kuat (Airground) di bawah pimpinan Mayor Inf Tjiptono,
    3. Komando Kaladjengking (Seaborne) di bawah pimpinan Mayor Inf Soekartojo,
    4. Komando Kantjil di bawah pimpinan Mayor (L) Indra Soebagio,
    5. Team Tempur di bawah pimpinan Letkol Inf Magenda,
    6. Komando Lambung di bawah pimpinan Letkol Inf Bedjo,
    7. Komando Obor (Advance Staf) di bawah Koordinasi Kapten Inf Mohd. Zazoeli,
    8. Komando Rear Area (Rear Staf) di bawah Koordinasi Kapten Inf Kadaroesno
  5. Pada tanggal 12 Maret 1958 jam 05.00 waktu setempat, dimulai gerakan Komando Operasi Gabungan “TEGAS” dengan memberangkatkan 10 (sepuluh) buah pesawat Mustang dari Tanjung Pinang (tempat berkumpul) menuju sasaran pokok yakni lapangan udara Simpang Tiga Pekanbaru dengan tugas pokok mengadakan penyerangan terhadap objek tersebut. Kemudian menyusul pula pesawat-pesawat Dakota dengan mengangkut dan untuk menerjunkan Komando X Ray di lapangan udara Simpang Tiga untuk merebut dan menguasai lapangan terbang ini. Setelah lapangan udara Simpang Tiga dikuasai dengan tidak mendapat perlawanan sama sekali dari musuh, dan sesudahnya lapangan dibersihkan dari ranjau-ranjau serta diadakan perbaikan seperlunya atas landasan yang rusak oleh Komando X Ray, maka mendaratlah Komando Kuat yang akan melakukan gerakan merebut dan menduduki kota Pekanbaru. Hari itu kota Pekanbaru dapat dikuasai tanpa ada perlawanan dari musuh dan hari itu juga KASAD mengadakan Inspeksi atas gerakan operasi yang dilaksanakan di lapangan udara Simpang Tiga dan kota Pekanbaru. Pada hari itu pula Dumai diduduki oleh Komando Kaladjengking dan melakukan gerakan menuju Rumbai, sedangkan Komando Kantjil sudah mulai opvaren Sungai Siak menuju Pekanbaru.
    Dalam waktu 5 (lima) hari seluruh daerah Riau Daratan sebelah Utara (daerah konsesi Caltex) dapat dikuasai dalam keadaan utuh tanpa korban dipihak kita. Begitu pula Bagan Siapi-api diduduki oleh Komando Lambung, dan selanjutnya team-team taktis dibubarkan dalam rangka pelaksanaan operasi selanjutnya. Dapat dikatakan bahwa seluruh pelaksanaan operasi ini mencapai hasil sebagaimana yang dikehendaki oleh pimpinan Angkatan Darat.
    Kemudian posisi pasukan mulai ditetapkan dengan ketentuan bahwa Batalyon 528 ditugaskan untuk menduduki daerah yang telah kita kuasai, dan seluruh kesatuan Angkatan Laut sesampainya di Pekanbaru ditarik dari penugasannya dalam susunan Komando Operasi Gabungan “TEGAS”.
    Dengan adanya pemberontakan oleh Nainggolan Cs. di Medan, pasukan PGT dan kompi para RPKAD didrop ke Medan untuk memperkuat kedudukan pasukan kita, begitu pula Batalyon dari Ter-III dan Baterai Altilleri Lapangan Ringan yang telah berada di Tanjung Pinang diperbantukan pula ke Medan. Dengan demikian praktis kekuatan Komando Operasi Gabungan “TEGAS” sangat berkurang sekali, sehingga rencana untuk melanjutkan operasi ke Sumatera Barat dibatalkan dan ditetapkan menduduki, menguasai serta melakukan pembersihan di seluruh daerah Riau Daratan.
    Komando Operasi Gabungan “TEGAS” ini hanya berjalan selama kurang lebih 3 (tiga) bulan, kemudian dengan dibentuknya Komando Operasi Gabungan “17 Agustus” di bawah pimpinan Kolonel Ahmad Yani, Komando Operasi Gabungan “TEGAS” dimasukkan dalam susunan Komando Operasi Gabungan “17 Agustus” dan berganti nama menjadi Resimen Pertempuran I “TEGAS” (RTP- TEGAS), yang taktis, operatif dan administrasinya langsung di bawah Komando Operasi Gabungan “17 Agustus” (KOOPAG).
    Setelah keamanan dapat dipulihkan seluruhnya di daerah Riau Daratan maka berdasarkan Surat Keputusan KASAD Nomor KPTS-265/4/1959 tanggal 15-4-1959, Surat Keputusan DAN KOOPAG Nomor KPTS-037/4/1959 tanggal 28-4-1959 dan Surat Keputusan DAN RTP-I “TEGAS” Nomor KPTS-614/6/1959 tanggal 6-6-1959 terhitung mulai tanggal 12-6-1959 RTP-I “TEGAS” diganti namanya menjadi Komando Resor Militer Riau Daratan (KOREM RIDAR), yang daerah kekuasan dan tanggung jawabnya sama dengan daerah kekuasaan dan tanggung jawab RTP-I “TEGAS”.
    Personel KOREM RIDAR sebagian diambil dari anggota-anggota yang tadinya bersifat penugasan dalam susunan Komando Operasi Gabungan “TEGAS” kecuali satuan-satuan tempur, yang secara berangsur-angsur diorganikkan pada KOREM RIDAR ditambah dengan anggota-anggota bekas PRRI yang menyerah dan bergabung serta telah selesai di-screening. Dalam pembentukan KOREM RIDAR ini tidak diadakan formatur atau panitia mengingat tenaga sangat kurang dan pembentukkannya bersamaan waktunya dengan pembentukan KOMANDO DAERAH MILITER 17 AGUSTUS.
    Sejalan dengan pemberian nomor Kodam 17 Agustus menjadi KODAM III/17 AGUSTUS, maka kepada KOREM RIDAR diberikan nomor kodenya menjadi KOREM 31/RIDAR, yang kemudian berdasarkan Surat Keputusan Panglima Daerah Militer III/17 Agustus Nomor Kep-95/10/1963 tanggal 5 Oktober 1963 dan Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat Nomor Kep-233/3/1964 tanggal 11-3-1964 tentang pengesahan DUADJA dan TUNGGUL untuk Rindam, Korem dan Yonif-Yonif, KOREM 31/RIDAR diberi Lambang kesatuannya dengan sebutan “DHUAJA WIRABIMA”, dan dari saat inilah KOREM 31/RIDAR menjelma menjadi KOREM 031/WIRABIMA.


Keadaan saat dibentuk

a. Pimpinan .

Korem 031/Wirabima (Korem Ridar) saat itu  dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf Kaharudin Nasution  sebagai pejabat Danrem 031/Wirabima  yang pertama.

 

Letnan Kolonel Inf Kaharudin Nasution

 

b. Personel.

Personel Korem 031/Wirabima (Korem Ridar) sebagian diambil dari anggota-anggota yang tadinya bersifat penugasan dalam susunan Komando Operasi Gabungan “TEGAS” dan satuan-satuan tempur, yang secara berangsur-angsur diorganikkan pada Korem 031/Wirabima (Korem Ridar) ditambah dengan anggota-anggota bekas PRRI yang menyerah dan bersedia bergabung serta telah selesai di-screening.

c. Organisasi/Kesatuan.

Organisasi Korem 031/Wirabima pada mulanya membawahi 3 Kodim yaitu :

  1. Kodim 0301 dengan wilayahnya Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar yang berkedudukan di Pekanbaru.
  2. Kodim 0302 dengan wilayahnya Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir yang berkedudukan di Rengat.
  3. Kodim 0303 dengan wilayahnya Kota Bengkalis yang berkedudukan di Dumai.

 

 
« MulaiSebelumnya101510161017BerikutnyaAkhir »



website hosting main area bottom