hosting menu left
hosting menu right

interior design logo
MERAJUT KEBERSAMAAN, MENJUNJUNG NEGERI PDF Cetak E-mail
Minggu, 31 Oktober 2010 06:34

Oleh : Kolonel Inf Zaedun, S.Sos.

Merajut dalam bahasa melayu mengandung pengertian menyatukan perca dengan cara menjahitnya hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Pengertiannya yang lebih luas adalah menyatukan berbagai unsur atau pendapat dalam satu bentuk yang seia sekata. Oleh karenanya kata-kata “Merajut kebersamaan menjunjung negeri”, memiliki makna yang sangat dalam tidak hanya bagi masyarakat biasa tetapi juga bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di tanah Melayu, Riau. Untain kata yang penuh spirit ini dapat menjadi bekal untuk mengokohkan rasa kesatuan, kebangsaan, dan cinta tanah air serta cinta TNI, dikalangan prajurit yang meski berbeda latar belakang tetapi tetap satu.

Provinsi Riau walau dikenal sebagai Bumi Melayu namun masyarakatnya dapat disebut “heterogen-religius” maksudnya terdiri dari berbagai suku adat budaya dan taat menganut ajaran agamanya. Sejak lama Provinsi Riau yang berhadapan dengan lautan internasional selat Malaka, telah cukup dikenal dunia tidak saja karena peradaban Melayu dan perdagangan tetapi juga kekayaan alam dari perut buminya. Bumi Lancang Kuning ini merupakan pintu masuk Indonesia karena letak geografisnya yang strategis, ditambah pula kekekayaan alamnya yang menjadi aset negara yang pada giliranya menjadikan pertumbuhan ekonomi daerah ini menjadi dinamis, penduduknya heterogen namun religius dan kompetitif.

Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah provinsi yang merupakan halaman depan Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga ini, maka perlu dibina ketahanan wilayah baik di bidang geografi, demografi serta kondisi sosial masyarakatnya untuk kepentingan pertahanan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Korem 031/Wirabima yang berada di wilayah Provinsi Riau memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan, kemampuan, kekuatan, gelar dan menyelenggarakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat, dan menjaga keamanan wilayah dalam rangka tugas pokok Kodam. Kedudukan Korem 031/Wirabima adalah badan pelaksana Kodam I/Bukit Barisan sebagai Sub Kompartemen Strategis Matra Darat bersifat kewilayahan langsung dibawah Pangdam I/Bukit Barisan.

Sedangkan sebagai Danrem yang berada di daerah yang “heterogen-religius” ini, berbagai program telah, sedang dan akan dilaksanakan untuk meningkatkan citra dan keberadaan TNI Angkatan Darat ditengah masyarakat. Berbagai kegiatan dan strategi yang dilaksanakan dalam vitalisasi Korem 031/Wirabima tersebut disemangati oleh visi untuk menjadikan Korem 031/WB sebagai Korem terbaik Se-Indonesia, dengan misi secara terus menerus melakukan Pembinaan Organisasi, Personel, Materil, Pangakalan, Piranti Lunak, Latihan, Teritorial dan Pembinaan Perbendaharaan.

Itulah sebabnya sejak hari pertama mengemban amanah sebagai Danrem 031/WB dilaksanakan internalisasi visi misi tersebutbagi segenap Prajurit/PNS agar menjadi spirit bagi mereka dalam melaksanakan tugas dan pengabdian pada posisi apapun ia ditugaskan.

Bertekad Menjadi Korem Terbaik.

Tekad untuk menjadi Korem terbaik Se-Indonesia bukanlah sekedar slogan biasa, tetapi benar-benar tekad yang diwujudkan untuk pencitraan TNI agar bersebati dengan masyarakat sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air karena kesamaan historisitas dan cita-citanya masa depannya.

Dewasa ini peran TNI sering kali terkesan belum fokus pada sasaran. Ibarat filosofi air dengan ikan. “Walaupun ikan butuh hidup di air tetapi kadang ia acap melompat-lompat sendiri diatas air seakan mau melepaskan diri dari air. Ketimpangan perilaku ikan tersebut menyebabkan air merasa bahwa ikan menolak hidup bersamanya, padahal air merupakan tempat hunian ikan dan ikan pun tidak bisa lepas dari air karena dia adalah bagian dari air”.

Beranjak dari filosofi ikan dan air itulah dilakukan pencitraan terhadap TNI yang lebih instan. Pencitraan itu harus kita bangkitkan dengan sinergitas dan kebersamaan. Ibarat lima jari tangan, jika satu jari saja menolak untuk menyuap makanan ke mulut, maka jangan diharap ada kesempurnaan suapan. Karena jika jari jemari tidak sama-sama mendorongkan makanan ke mulut maka makanan tersebut tidak akan masuk ke mulut.

Itulah sebabnya, walau belum seratus hari bertugas di Riau, namun tekad untuk merajut kebersamaan dengan masyarakat Riau terus dilakukan. Ungkapan Melayu mengatakan, ringan sama dijinjing berat sama dipikul, yang menimbulkan kebersamaan dengan masyarakat inilah yang merupakan keyword kebersamaan dan persatuan masyarakat, dan oleh karenanya upaya sinergitas TNI, baik internal dan dengan masyarakat harus dijunjung tinggi.

Kesadaran semacam itu membuat segenap prajurit saat turun ke daerah tidak hanya karena ada kegiatan yang terkait peran TNI sebagai operasi militer selain perang atau hanya bertemu pejabat penting di daerah tujuan, tetapi merata hingga ke Ceruk Rantau Riau bahkan juga ke pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negeri jiran.

Merangkul masyarakat, pemimpin daerah, dan juga pihak perusahaan dipahami dan dijadikan sebagai upaya menyatukan visi misi dengan tujuan damainya daerah ini. Bertemu langsung masyarakat bukan saja akan mendapatkan berbagi info tetapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI. Selain itu juga untuk diperlihatkan ke masyarakat bahwa TNI tidak hanya memiliki tugas pokok Operasi Militer Perang tetapi juga memiliki tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yaitu bersama masyarakat menjaga negara. Melalui OMSP rakyat dapat bahu membahu bersama TNI baik saat gotong royong massal, pengobatan massal, membangun infrastruktur desa, rumah ibadah ataupun sekolah. TNI Manunggal Membangun Desa atau lebih dikenal dengan TMMD sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kemanunggalan TNI rakyat dan pembinaan ketahanan wilayah dalam rangka pertahanan negara. Bahkan peran perusahaan terhadap masyarakat juga dapat dilakukan melalui OMSP.

Membangun kembali citra positif TNI tidak hanya dilakukan dengan cara pembenahan internal tetapi juga membenahi hubungan keluar dengan berbagai kegiatan nyata dimasyarakat serta menjalin hubungan kerjasama baik dengan Pemerintah Provinsi Riau, kaum ulama, perguruan tinggi, pers dan komponen masyarakat lainnya.

Dalam rangka peningkatan profesionalisme prajurit, sebagai bagian dari visi dan misi maka Danrem 031/Wirabima beserta staf melaksanakan program Penataran Intelijen dan Teritorial bagi seluruh anggota jajaran Korem 031/Wirabima selama satu bulan. Revitalisasi dan pencitraan Korem 031/Wirabima diupayakan dengan merancang berbagai program baik yang bersifat umum dan juga yang spesifik. Program spesifik tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecintaan tanah air bagi kalangan anak muda sepertimengadakan berbagai kegiatan perlombaan olahraga, penanaman pohon, serta mencegah masuknya teroris ke sendi-sendi kehidupan masyarakat, terutama ke kalangan pesantren dan mewujudkan kesadaran multi kulturalisme di kalangan mereka.

Mewujudkan Peran Daya, Kerjasama Internal dan Eksternal.

Implementasi dan wujud nyata dari visi misi Danrem 031/Wirabima dilakukan antara lain saat HUT Kodam I Bukit Barisan pada 21 Juni 2010 yang dipusatkan di Pekanbaru. Bersamaan dengan kegiatan itu dilaksanakan penandatanganan naskah, Memorandum of Understanding (MoU) kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Korem 031 Wirabima dalam meningkatkan sense of belonging dan sense of participation terhadap pertahanannegara dalam arti seluasluasnya, baik dalam bentuk pertahanan militer (OMP) maupun pertahanan nirmiliter (OMSP) dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sebagai kekuatan pertahanan. Kesepahaman di bidang pertahanan nirmiliter (OMSP) dimaksud meliputi :

Pertama:

kesepahaman tentang pelaksanaan kegiatan peningkatan kesadaran cinta tanah air, nilai kepahlawanan, olahraga, pramuka dan pemberantasan buta aksara.

Kedua:

pembinaan generasi muda, peningkatan prestasi olahraga dan pencarian bibit atlit berbakat.

MoU dengan Pemerintah Provinsi Riau dibidang kepemudaan dan olahraga ini merupakan upaya responsif Korem 031/WB Provinsi Riau yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII pada tahun 2012. Sebagai bagian dari masyarakat Riau, jajaran anggota Korem 031/Wirabima tentu harus berperan untuk menyukseskan helat nasional itu. Dengan demikian kongkritisasi MoU ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas pertahanan Negara, khususnya dalam penguatan sumber daya pertahanan.

Untuk menyukseskan kegiatan PON beberapa program pertandingan dalam bidang olahraga pun sudah dirancang dan siap dilaksanakan seperti, sepakbola Turnamen Danrem CUP (diawali dari tingkat Koramil, Kodim jajaran Korem 031/WB). Even olahraga yang ditaja Korem 031/Wirabima bukan hanya untuk memperkenalkan kegiatan olahraga tetapi juga mencari bibit-bibit olahragawan di masyarakat. Untuk pada saatnya menjadi atlit handal yang dapat mengangkat prestasi olahraga baik ditingkat regional, nasional dan internasional.

Selain itu Korem 031/Wirabima juga merajut kerjasama dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. Dalam nota kesepahaman yang telah disepakati kedua lembaga ini bakal bersinergi untuk kegiatan peningkatan pembinaan agama secara terpadu serta menjadikan komponen muslim sebagai komunitas terdepan dalam pertahanan rakyat semesta. Pemahan "Hubbul Wathan Minal Iman" (cinta tanah air merupakan sebagian dari iman) bentuk pemahaman menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan memantapkan trilogi kerukunan, rukun internal umat beragama, rukun antar umat beragama dengan pemerintah. Revitalisasi peran pondok pesanteren tidak hanya melahirkan alumni yang menguasai ilmu agama akan tetapi juga pesanteren menjadi kawah Chandradimuka, “lahirnya kader-kader anak bangsa yang militan untuk siap membela bangsa dan negaranya, pesanteren merupakan benteng yang tangguh untuk menghadang teroris dan paham-paham radikal lainnya. Hal ini telah menjadi tradisi historis umat dan bangsa ini.”

Permasalahan lingkungan di Provinsi Riau juga menjadi perhatian Korem 031/Wirabima. Melalui gerakan penghijauan bekerja sama dengan Universitas Riau seluruh jajaran Korem 031/Wirabima yang berada di 12 Kabupaten/Kota di Riau melakukan kegiatan pembibitan dan penanaman pohon trembesi. Ini dimaksudkan sebagai simbol kesadaran lingkungan, juga partisipasi global dalam konteks global warning. Apalagi Riau pernah disebut sebagai provinsi penyumbang terbanyak titik api (hot spot) yang menimbulkan kabut asap.

Pohon trembesi (Samanea saman) memiliki keunggulan karena memiliki daya serap karbon (CO) yang tinggi dan menghasilkan O2 (oksigen) yang banyak. Lagi pula pohon ini tidak bakal dimanfaatkan masyarakat untuk meubel, sehingga tidak dikhawatirkan bakal ditebang.

Gerakan menghijaukan Riau, yang dilakukan karena masalah lingkungan di daerah ini menarik perhatian NGO (Non-Governmental Organization) asing. Dengan mudahnya masyarakat dan perusahaan terpecah belah karena isu-isu lingkungan, padahal kepentingan bisnis dari negara asal dan pendonor NGO tersebut yang melatar belakangi mereka menuding perusahaan di Riau sebagai perusak lingkungan.

Untuk menghilangkan imej tentang ketidakpedulian lingkungan itulah, jajaran Korem 031 Wirabima hingga di daerah seluruh Riau menyediakan bibit dan menanam pohon tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga di sepanjang daerah aliran sungai dan kawasan pesisir Riau. Penanaman pohon penghijauan itu tidak hanya sekedar menanam tapi juga diiringi dengan perawatan. Setiap pohon bakal memiliki label nama siapa yang menanamnya dan itulah yang bertangungjawab memeliharanya.

Untuk menyuarakan berbagai kegiatan Korem 031/Wirabima ke masyarakat juga menjalin kerjasama dengan pers lokal dan nasional. Tahap pertama telah ditandatangani nota kesepahaman tentang pemberitaan dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru dan bakal menyusul dengan TVRI Stasiun Pekanbaru dan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Riau.

Penutup.

Analisis dan fakta aktivitas sebagaimana dikerjakan diatas merupakan kelanjutan logis dari keharusan dan kepatuhan, kiprah TNI dalam memulai pertahanan formal dan kemanunggalanya dengan rakyatsebagaimana yang diteladankan para pendiri (The Founding Fathers) dan tokoh-tokoh TNI, sehingga atas dasar itulah kami bertekad menjadikan Korem 031/WB sebagai Korem terbaik

 


website hosting main area bottom